Suatu ketika di tempat dan waktu yang sulit diperkirakan (lupa liat tanggal soalnya), iduplah seonggok anak kecil yang kecil bagai upil. Nama dari anak itu adalah Budi (gak ada kreatif-kreatifnya bikin nama). Budi adalah seorang anak yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung untuk dihabiskan di Meja Judi (gile kecil-kecil udah gini). Budi dengan pergaulannya yang kayak gini tumbuh menjadi pemuda Gaul dan sangar. Tapi sesangar-sangarnya Budi, dia gak bisa nahan air mata kalo denger Kiki si Idola Cilik lagi nyanyi (air mata seorang roker). Budi kemudian menyukai seorang wanita setelah sempat beberapa kali dicampakan om-om. Nama wanita itu adalah Cinta Sinta Minta Maryani. Cinta dan Budi sangatlah berbeda selain jenis kelamin mereka. Cinta adalah anak yang baik, penurut dan berprestasi dalam lomba balap karung se-RT. Hal inilah yang ngebuat Budi takut buat nembak Cinta. Namun kemudian setelah konsultasi dengan Ki Joko Bodoh, dia mendapat keberanian serta mantra-mantra jitu buat nembak si Cinta.
Penembakan dimulai, Budi mulai mengutarakan perasaannya pada Cinta. Cinta sebenarnya mau nolak si Budi, tapi karena ngeliat tampang Budi yang sangar bikin Cinta ngerasa terancam karena takut bakal disedot pake penyedot tinja. Dan akhirnya setelah dia menimbang-nimbang dengan timbangan beras warung Bang Rojak, Cinta akhirnya menerima Budi. Namun baik Cinta maupun Budi gak mau kalo ada yang tau tentang hubungan mereka. Untuk itulah mereka menempuh jalan belakang ato yang lebih dikenal dengan “BACKSTREET.”
Mereka kemudian mendapat ilham agar mereka dapat bertemu dan memadu kisah kasih romantis mereka. Mereka ngedengerin lagunya Chrisye yang judulnya Kisah Kasih Di Sekolah.
Resah dan gelisah,
Menunggu di sini…
Di sudut sekolah, tempat yang kau janjikan…
Ingin jumpa denganku, walau mencuri waktu…
Berdusta pada Guru…
…….
Mereka memutuskan buat bertemu di sudut sekolah mereka, dan tempat itu adalah WC sekolah. Sungguh sebuah tantangan yang sangat menantang bagi keduanya karena selain harus menahan bau pesing dan bau tinja yang gak disiram, mereka juga harus menghadapi tantangan lain, Cinta ternyata gak bisa nahan boker setiap ngeliat jamban. Jadi setiap mereka pacaran, sempat terjadi pencemaran udara dari asap “knalpot” mlilik Cinta. Namun karena si Budi udah sayang ama Cinta ato mungkin karena udah terbiasa ama bau-bau yang lebih busuk dari itu, maka Budi menerima semua tantangan itu dengan lapang dada.
Beberapa tahun kemudian menjelang kelulusan, Cinta akhirnya mutusin Budi. Bukan karena ngeliat Budi merkosa kambing tetangga, namun karena orang tua Cinta udah ngejodohin Cinta ama Si Raja Minyak dari Medan. Budi yang gak bisa terima kemudian memutuskan untuk bunuh diri, tapi dia gak mau minum baygon, gantung diri ato ngiris nadi pake piso. Dia akhirnya mutusin buat nyedot wc pake mulutnya. Pasca penyedotan, Budi gak ngerasain apa-apa selain ada tinja nyangkut di giginya. Budi kemudian berniat melakukan hal yang lebih ekstrim, dia berniat nyedot Lumpur Lapindo. Dan akhirnya dia meninggal dengan seketika, bukan karena keracunan akibat nyedot Lumpur Lapindo tetapi karena ketabrak Gerobak Es Krim Walls pas mo nyebrang jalan.
Akhirnya pelajaran yang bisa kita dapat dari cerita ini adalah, larilah ketika kalian denger Jingle Walls sebelum kalian ketabrak.
Lari!!!!!!!!!
PS:
Gimana cerita buatan gue? Gue yakin pasti saat ini William Shakespeare sedang menitikan air mata di surga sana, bukan karna nangis terharu tapi karna matanya kelilipan buah duren. Bernapaslah selagi kalian masih bisa karena cerita yang lebih absurd akan gue buat sebentar lagi… Wahahahahaha *ketawa sangar*
Jangan lupa tinggalin komen kalian ya? Thanks banget deh kalo ada yang ninggalin komen, buat yang gak ninggalin komen berhati-hatilah kalian di jalan *pasang tampang horror*, gak ding hehehehe….
I love my Blog…
I love my girlfriend, Claudi…
I love you all…






